Tips-tips Sukses Psikotes



Berikut ini adalah beberapa tips umum seputar psikotes:

 

1. Kenali Diri Sendiri

Untuk mendapatkan nilai terbaik, Anda harus bisa mengumpulkan skor sebanyak-banyaknya dari masing-masing bagian tes. Namun pada kenyataannya, hampir jarang orang yang mumpuni di semua bidang. Ada orang yang punya kemampuan numerik bagus tapi lemah di tes verbal dan penalaran. Ada yang bagus di kemampuan verbal dan penalaran, tapi lemah di tes numerik. Nah, tugas Anda adalah mendeteksi kemampuan Anda. Ada dua hal penting yang sebaiknya Anda lakukan:

  • Jika Anda lemah di salah satu bidang, maka perbanyaklah latihan pada bagian tersebut. Pelajari apapun yang memungkinkan bisa meningkatkan kemampuan Anda. Misalnya Anda lemah di tes verbal, maka porsi belajar yang terkait kemampuan verbal harus Anda lebihkan. Misalkan dengan banyak berlatih, menghafal kosakata-kosakata sukar, sering membaca artikel ilmiah, dll.

  • Jika Anda kuat di salah satu bidang, maka jaga kemampuan Anda. Usahakan setiap berlatih Anda bisa memenuhi target skor yang Anda perlukan. Cara menjaga agar kemampuan Anda tidak turun adalah dengan banyak berlatih. Selain belajar untuk menjaga skor, coba-lah berlatih untuk meningkatkan kecepatan dalam mengerjakan soal.

 

2. Pahami Aturan Mainnya

Bak permainan sepak bola, berapapun gal yang berhasil Anda ciptakan, tetapi jika itu dilakukan dalam posisi off side maka gal itu pasti dianulir. Yap, karena itulah aturan mainnya. Begitu pula dalam psikotes, jika Anda ingin menciptakan "gol" dalam tes ini maka Anda harus benar-benar memahami aturan mainnya agar "gol-gol" Anda sah.

Pahami instruksi dalam pengerjaan, misalkan bagaimana cara menjawabnya, berapa waktunya, kapan harus dimulai, bagaimana petunjuk pengisian lembar jawaban, dll. Kadang jika tidak hatihati dan cermat memahami aturan main dalam psikotes maka bisa berakibat fatal bagi Anda. Sebagai contoh, misalnya ada psikotes yang memang menjawabnya hanya dengan menggaris miring saja, sedangkan kalau garis miring dua kali (silang, seperti huruf x) berarti itu salah. Atau kertas soal tidak boleh dicoret-coret, tetapi Anda mengesampingkan perintah ini.

Pastikan Anda telah menulis nama & nomor peserta dengan jelas. Waspada terhadap waktu, usahakan semua soal terjawab sesuai dengan jumlah waktu yang diberikan. Jika Anda telah selesai mengerjakan semua soal, usahakan gunakan waktu tersisa untuk meneliti kembali pekerjaan Anda.

Para psikolog senantiasa mengamati dan mencatat apa yang Anda ucapkan, apa yang Anda tanyakan, bagaimana gesture atau gerak-gerik Anda, bagaimana cara Anda mengerjakan, dll. So, bersikaplah wajar dan jangan berlebihan, misalnya lirik sini lirik sana, terlalu banyak bertanya, sikap duduk tidak tenang, dan lain sebagainya.

 

3. Hati-hati terhadap Hal-haI di Luar Tes

Banyak orang yang sesungguhnya piawai dalam mengerjakan psikotes dengan berbagai bentuk teknik pengerjaan, namun setiap mengikuti tes psikotes selalu saja mengalami kegagalan. Apa sih penyebabnya? Penyebabnya mereka lupa ada hal-hal di luar tes yang ikut menjadi penilaian. Dan inilah yang membuat mereka tergelincir.

Sebagai contoh sederhana, Anda mencuri start dalam mengerjakan soal, gesture (gerak-gerik) Anda mencurigakan, lembar soal yang seharusnya bersih tetapi malah Anda kotori dengan coretan, dll.

Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya kerjakan dengan tenang, jangan tergesa-gesa, beradaptasilah dengan berbagai hal secara wajar tanpa harus menumbulkan kegaduhan, dan lakukan semua hanya berdasarkan petunjuk dan arahan psikotester (pemberi tes).

 



4. Practice make Perfect

Pengalaman adalah guru yang terbaik, seperti itu kata pepatah. Jika Anda pernah mengerjakan soal yang sama, maka biasanya instruksi pengerjaannya pun sama. Dan tidak jarang trik pengerjaannya pun sama. Artinya Anda sudah maju satu langkah, Anda tidak perlu lagi payah-payah memahami cara pengerjaannya, dan Andapun akan bisa mengerjakannya dengan lebih cepat.

Artinya, banyak melakukan try out mandiri adalah strategi persiapan yang harus Anda lakukan untuk menghadapi psikotes. Khusus tentang try out, berikut yang bisa Anda lakukan!

  • Pertama, selalu kerjakan soal berdasarkan batas waktu yang disediakan. Berhentilah mengerjakan jika memang waktu sudah habis. Lihat dan catat skor total dan skor per subtesnya. Berapa pun nilainya, berarti itulah kemampuanmu sementara. Hasil try out bisa memberi gambaran sejauh mana kemampuan Anda. Gunakan informasi ini secara bijak, misalnya semangat untuk terus meningkatkan nilai, atau juga bisa dijadikan bahan untuk menentukan materi yang harus dipelajari lebih khusus.
  • Kedua, tentu dalam mengerjakan pasti ada saja soal yang tidak bisa Anda kerjakan. Ataupun ketika merasa bisa mengerjakan tapi ternyata hasilnya salah. Nah, terhadap soalsoal seperti ini, pelajari kembali sampai ditemukan pemahaman terhadap jawaban yang benar. Prinsipnya adalah satu kesalahan telah dilakukan, tetapi Anda paham jawaban yang benarnya, maka satu kebenaran telah Anda dapatkan. Seribu kesalahan dilakukan dan Anda tahu jawaban yang benarnya, maka seribu kebenaran juga Anda dapatkan. Usahakan untuk tidak melakukan kesalahan pada jenis soal yang sama.

Selain dengan banyak melakukan latihan soal, Anda juga sebaiknya terus memperkaya pengetahuan umum Anda. Menambah pengetahuan umum bisa melalui berbagai media (TV, Tabloid, Majalah, Koran Harian, dsb). Cermati pula berita-berita terkini, utamanya yang terkait tentang dunia kerja, bisnis, peluang usaha, ekonomi global, teknologi informasi. Dalam tes yang terkait dengan pengetahuan umum serta dalam tes wawancara, pengetahuan Anda dalam bidangbidang di atas biasanya akan sangat membantu.

 

5. Percaya diri, Fokus, dan Teliti

Dengan percaya diri, kita akan merasa optimis dan berpikir tanpa emosi sehingga dalam menebak jawaban tidak asal menebak.

Jaga fokus. Jauhkan semua hal-hal yang tidak seharusnya dibawa di ruang tes. Pokoknya fokuskan pikiran kita pada soal yang sedang kita hadapi. Terutama dalam menghadapi penyajian angka, huruf, tanda baca, gambar simbol, kata, dan kalimat Anda harus benar-benar cermat. Tapi juga jangan terlalu kaku. Serius tapi tetap santai.

Jangan terpengaruh dengan hasil kerjaan peserta tes lain. Kadang memang ada peserta lain sudah bisa menyelesaikan jawabannya lebih cepat, tapi belum tentu mereka juga benar semua. Teliti juga merupakan faktor penting dalam mengerjakan psikotest. Psikotest di hubungkan dengan waktu, jadi kita harus pula mengerjakan cepat, maka kalau kita cepat dan tidak teliti, kita akan terkecoh dan hasilnya bisa tidak memuasakan.

Menghubungkan dengan pain kedua, di mana dalam mengerjakan psikotes harus mendahulukan yang mudah maka faktor ketelitian amat penting. Misalnya, anda mengerjakan soal nomor satu, kemudian nomor dua sulit dan anda melangkah ke nomor 3 dan empat serta selanjutnya. bayangkan kalau Anda tidak teliti dalam menjawab, Anda mengisi urut dari satu, dua, tiga dan seterusnya padahal nomor dua tadi anda lewati. Tentu ini bisa berakibat fatal, kalaupun Anda menyadari itu, Anda pun akan kehabisan waktu karena harus menghapusnya dan mengulangi nya lagi dari awal. So, telitilah dalam mengerjakan dan juga menjawab. Cepat tapi tidak tergesa-gesa.

 

6. Jaga Badan agar Senantiasa Bugar

Sering sekali soal-soal psikologi memunculkan soal-soal yang menjebak, cukup menguras pikiran, dan perlu analisis ekstra. Kondisi badan yang kurang fit menjadikan konsentrasi pendengaran dan pengihatan menjadi kurang peka dan kurang teliti.

Jika sudah punya jadwal tes, jagalah kondisi tubuh Anda baik-baik. Kurangi hal-hal yang beresiko mengurangi performa Anda, misalnya begadang, banyak minum es, terlalu capek, dll. Malam sebelum tes, sebaiknya Anda cukup tidur dan jangan membiasakan diri belajar sistem SKS (sistem kebut semalam).

❮ Sebelumnya
Fokus Materi
Berikutnya ❯
Lolos Tes Kesehatan


20 Tryout Online SKD Premium

1500 Soal SKD
Materi Lengkap TWK, TIU, TKP
Informasi serta Tips & Trik dan masih banyak lainnya

Cuma 49rb, hanya sekali bayar saja

Silahkan kunjungi disini